Rusaknya Pelajar Akibat Pergaulan Bebas
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata pelajar adalah anak sekolah (terutama pada sekolah dasar dan sekolah lanjutan). Arti lainnya dari pelajar adalah anak didik, sedangkan Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia belajar berarti berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu, berlatih, berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman. Dapat kita ketahui bahwa pelajar mempunyai kewajiban untuk belajar.
Dilasir dari situs Nperov, tujuan belajar bagi pelajar yang pertama yaitu untuk mengembangkan kecerdasan. Mempelajari berbagai macam ilmu dan pengetahuan dapat mengembangkan pemikiran dan kecerdasan. Bukan hanya itu, belajar juga dapat meningkatkan kemampuan logis dan ketrampilan dalam membuat keputusan hidup.
Malas belajar bukan persoalan sederhana, masalah ini harus dipahami secara jelas terutama mencari faktor penyebab dan solusi. Malas belajar pada pelajar tidak bisa dibiarkan karena berdampak yang serius. Dampak yang paling fatal yaitu, para pelajar tidak lagi peduli dengan pendidikan dan lebih memilih kehidupan yang tidak sehat, misalnya mereka lebih memilih menjalani pergaulan bebas.
Banyak orang diluar sana yang mengatakan bahwa pada saat ini pendidikan sangatlah penting bagi seorang pelajar sebagai tolak ukur kesuksesan mereka dimasa mendatang. Walaupun faktanya, pelajar saat ini masih banyak yang bersikap acuh dalam hal pendidikan. Mereka lebih memilih untuk menghabiskan masa mudanya dengan bersenang-senang daripada belajar setiap hari untuk kebutuhan dimasa depan. Seperti yang dapat kita lihat sekarang, kebanyakan para pelajar memilih bermain dengan temannya daripada belajar bersama untuk menyelesaikan tugasnya, biasanya mereka beralibi dengan bersembunyi dibalik kata "belajar kelompok" agar bisa keluar dari rumah, akan tetapi nyatanya mereka lebih memilih berbohong hanya sekedar untuk bermain.
Apakah kita bisa mengartikan bahwa salah pergaulan bisa menjadi penyebab turunnya rasa malas belajar bagi seorang pelajar? Dan apasih faktor yang mempengaruhi pelajar menjadi malas untuk belajar??
Seperti kata orang kalau bergaul dengan pedagang bawang ikut bau bawang, kalau bergaul dengan pedagang minyak wangi ikut bau wangi. Sikap pelajar tergantung pada siapa ia berteman, apabila pelajar bergaul dengan teman sebaya lainnya yang memiliki tingkat minat belajar yang tinggi maka sikap tersebut biasanya tertular sehingga kita juga tidak ingin merasa tersaingi. Memang benar kata orang, bahwa semua hal itu memiliki positive vibes maupun negative vibes, tergantung cara kita untuk memilah mana yang baik dan buruk. Pergaulan luar juga biasanya menjadi salah satu alasan rasa malasnya seorang pelajar akan melaksanakan kewajibannya, seperti contohnya mereka akan lupa waktu apabila sudah berkumpul dengan teman-temannya, dan sudah dapat dipastikan mereka akan pulang kerumah saat larut malam sehingga istirahat mereka akan sedikit terganggu karena waktu tidur mereka terpotong. Akibatnya, pada saat didalam kelas, dan dimulainya pelajaran siswa menjadi tidak konsentrasi akibat rasa kantuk yang menyerang. Kinerja otak mereka juga menurun karena kurangnya waktu istirahat akan menyebabkan nilai seorang pelajar menjadi turun sangat drastis. Biasanya, para pelajar yang malas mengikuti pembelajaran dikelas mereka akan membolos dan mengajak teman-temannya untuk ikut bersamanya, hal tersebut juga merupakan salah satu pergaulan yang tidak baik. Tidak hanya itu saja, apabila pelajar terlalu terlena oleh pergaulan luar juga dapat berdampak pada wawasan yang sempit. Padahal para pelajar memerlukan wawasan yang luas karena wawasan tersebut memiliki banyak manfaaat bagi kehidupan di masa depan seperti melatih kemampuan berfikir, kemampuan menyelesaikan masalah, mengikuti perkembangan terkini hingga mudah bergaul karena anak menjadi mudah tanggap dalam pelajaran maupun bersosialisasi. Banyak sekali pelajar sekarang yang terjerumus ke dalam hal gelap dan terkena imbas karena pergaulan yang mereka dapatkan, seperti contohnya banyak pelajar yang memiliki banyak masalah sehingga mereka mengonsumsi pil koplo ataupun narkoba yang merupakan saran dari temannya agar fikirannya dapat kosong, bukannya hal tersebut menjadi solusi masalah yang dihadapinya, akan tetapi hal tersebutlah yang menjerumuskan mereka ke jeruji besi karena melanggar pasal-pasal yang ada. Baik buruknya pergaulan tetap mereka sendiri yang terkena imbasnya, bukan hanya mereka saja tetapi para orang tua juga akan merasakan malu karena tingkah anaknya. Para orang tua merasa gagal untuk mendidik anaknya menjadi orang yang lebih baik.
Untuk mencegah terjadinya pergaulan bebas, pertama yang perlu di kuatkan adalah pondasi agama dari diri para remaja. Mengapa saya di sini mengatakan harus di kuatkannya pondasi agama? Karena dengan kuat nya pondasi agama dalam diri remaja, di harapkan dapat menjadi sebuah rem atau kendali dalam melakukan segala kegiatan. Di dalam agama di atur bagaimana cara nya bersosialisasi dengan baik dan benar, memilah teman mana yang sekiranya dapat membawa dampak buruk bagi pergaulan, di ajarkan untuk menjauhi hal - hal yang sekiranya kurang/tidak bermanfaat sama sekali seperti di haramkannya meminum khamr dan di ajarkan batasan - batasan dalam pergaulan. Dengan menguatkan pondasi agama, diharapkan para remaja minimal mengetahui mana yang baik dan buruk untuk pergaulan, mana yang di larang oleh agama yang dapat membawa dampak buruk, sehingga para remaja dapat memilah sendiri mana yang baik, sehingga dapat mencegah terjadi nya pergaulan bebas.
Yang kedua untuk mencegah pergaulan bebas adalah menjalin kedekatan dengan keluarga dan faktor pengawasan orang tua. Keluarga merupakan faktor yang sangat penting, karena keluarga merupakan orang terdekat dan setiap hari selalu melakukan interaksi. Dengan terjalinnya hubungan baik dengan keluarga, sharing-sharing hanya untuk sekedar mengobrol santai, itu dapat mencegah terjadinya pergaulan bebas pada remaja, karena para remaja seperti mendapatkan teman bergaul yang menyenangkan dan menenangkan. Terkadang remaja yang terjerumus kedalam pergaulan bebas, biasanya faktor utamanya adalah kurangnya hubungan baik dengan keluarga, kurangnya pengawasan orang tua dalam mendidik anak nya, terkadang juga para remaja merasa tertekan di dalam lingkungan keluarga sehingga mencari pelarian/kenyamanan di luar dan terjadinya pergaulan bebas. Sehingga, disini sangat di butuhkan keharmonisan keluarga dan pengawasan yang baik tanpa mengekang kepada para remaja.
Terakhir yang dapat mencegah terjadinya pergaulan bebas adalah meyibukan diri dengan kegiatan yang bermanfaat. Jika kita masih menempuh jenjang pendidikan, maka kita harus fokus belajar dan memilah teman yang baik. Usahakan mengikuti kegiatan yang bermanfaat yang dapat membawa dampak positif bagi pergaulan.
Daftar pustaka
Blog smadiwarna. "Dampak pergaulan bebas". 13 mei 2022 https://www.smadwiwarna.sch.id/dampak-pergaulan-bebas
Najib Fauzi, Ryan Nugraha, Lilis Marliana, Tesa Aditiya, Mira Dea Syafira, Sapitri, Sabila Hartanti "Kenakalan remaja akibat pergaulan bebas". 10 Januari 2022. http://news.upmk.ac.id/home/post/kenakalan.remaja.akibat.pergaulan.bebas.html
Orami. "Ajak anak remaja menghindari pergaulan bebas sejak dini". 04 November 2022.
https://www.orami.co.id/magazine/pergaulan-bebas
Rijal09. "Penyebab siswa malas belajar". 14 Desember 2019 . https://www.rijal09.com/2019/12/Penyebab-Siswa-Malas-Belajar.html?m=1
Komentar
Posting Komentar